BPOM sita Kosmetik Ilegal Senilai 5,4 Milyar

Serang – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bersama Balai Karantina Kelas II Cilegon dan pihak kepolisian menyita kosmetik ilegal asal Filipina senilai Rp5,4 miliar.“Ini produk import dari negara tetangga, masuk ke Indonesia ilegal tanpa izin edar. Belum terjamin mutu dan manfaat nya,” ungkap Kepala BPOM Penny Kusumaastuti Lukito, di Kota Serang, Banten, Selasa (27/3/2018).

Produk berlabel RDL Skin Care Baby Face itu memiliki kandungan Hydroquinone 40mg dan Tretinoin 20mcg, yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Di luar bungkusnya, tertulis diproduksi oleh RDL Pharmaceutical laboratory, inc, Filipina. Akses web www.rdlpharmaceutical.com.ph.

Kosmetik tanpa izin edar itu dikirim menggunakan satu unit kontainer bernomor polisi BM 8130 RY berisikan 1.055 karton.

“Dari mana, siapa sumbernya, siapa importirnya, kita sudah tahu titik-titik tesebut. Informasinya dari masyarakat. Beredar ke seluruh Indonesia,” tandasnya.

Penny mengatakan kalau negara dirugikan atas beredarnya produk tersebut. Kedua, jika digunakan, bisa membuat kulit wajah iritasi, merah dan merusak kulit. Jika masuk ke aliran darah, berbahaya bagi ginjal.

“Bisa jadi beli bahan secara ilegal dan diproduksi oleh produsen ilegal. Bisa juga di import secara ilegal. Jika betul (dari luar negeri), maka akan ada komunikasi dua negara. Ancamannya 15 tahun penjara atau denda Rp1,5 miliar,” jelasnya.
Meski diyakini telah beredar di seluruh Indonesia. Keberadaannya belum ditemukan di wilayah Banten. Namun, akan tetap dilakukan pemeriksaan di toko kosmetik, apotek dan salon. (HBC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*