Tersangka Pengeroyokan Pelajar Asal Bogor Bertambah 2 Orang

Serang – Tersangka pengeroyokan pelajar asal Bogor yang terlibat tawuran hingga tewas di Kota Serang, Banten, bertambah 2 orang. Saat ini, Kepolisian Resort (Polres) Serang Kota menetapkan pelaku pengeroyokan menjadi 6 orang.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, keenam tersangka tersebut berinisial AJ alias Jebing, AG, AR alias Jalu, RH alias Toyang, BD dan RH yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah di Kota Serang.

“Jumat kemarin, kita berhasil mengamankan AJ alias Jebing di Jakarta, kemudian kita kembangkan dan kita amankan AG, selanjutnya AR alias Jalu, kemudian kami menangkap RH alias Toyang. Selang dua hari, kami menangkap dua orang lagi, inisial BD dan RH,” kata AKBP Komarudin di Mapolres Serang Kota saat melakukan rilis, Minggu, 25 Maret 2018.

Ia menuturkan, saat ini pihaknya masih memeriksa tiga orang lainnya yang diduga ikut melakukan penyerangan terhadap pelajar asal Kota Bogor tersebut.

“Alhamdulillah ketiganya diantar oleh keluarga, pertama inisial SE, selanjutnya FR dan RZ. Ketiga orang ini masih berstatus sebagai saksi, tapi tidak menutup kemungkinan bisa naik jadi tersangka dan kalau dilihat dari pembicaraan grup WhatsApp, SE ini dianggap sebagai paling senior,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada 27 orang lainnya yang diduga ikut berperan dalam penyerangan tersebut agar menyerahkan diri. Sebab menurutnya, jika sampai dua hari ke depan tidak menyerahkan diri, pihaknya akan menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap 27 orang itu.

“Saat ini masih melakukan pengejaran terhadap sisa pelaku dari yang sudah kami tangkap. Peran mereka berbeda, ada joki, ada yang konsentrasi untuk membawa kendaraan sepedah motor, ada yang bertugas mengamankan lokasi, menjaga arena dan ada juga yang melakukan penganiayaan langsung atau eksekusi. Kalau tidak menyerahkan diri sampai lusa, kita akan terbitkan DPO,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran terkait motif yang dilakukan oleh keenam tersangka tersebut. Sebab menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ada motif khusus dalam penyerangan itu.

“Kalau dari keterangan beberapa pelaku, mereka awalnya hanya melihat rombongan anak sekolah yang menaiki kendaraan, direkam dan dishare ke dalam grup. Setelah ada provokasi dari anggota grup yang lain, sehingga berkumpul dan persiapan. Jadi indikasinya, masih belum terlihat dan perlu pendalaman. Sejauh ini masih hanya kenakalan atau fenomena yang biasa terjadi dan perlu disikapi semua pihak,” jelasnya.

Atas perbuatannya, mereka akan dijerat dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 170 dan atau Pasal 351, dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun. (Sat)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*