Sebanyak 8 Kecamatan Dilebak Diterjang Bencana

Lebak – Cuaca diwilayah Banten yang masih ektrim,warga diharap untuk berhati-hati,Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Banten, mencatat delapan kecamatan di daerah ini diterjang bencana banjir dan longsor.“Bencana alam yang disebabkan hujan deras pada Sabtu (24/3) pagi hingga malam hari tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Minggu.

Bencana alam itu mengakibatkan ratusan rumah dan puluhan hektare sawah terendam banjir serta merusak fondasi jembatan yang menghubungkan antardesa.

Disamping itu lima rumah warga kondisinya rusak berat akibat hujan deras sejak Sabtu (24/3) pagi hingga malam hari.

Selama ini, BPBD tidak membangun tempat pengungsian dan dapur umum karena curah hujan hanya seharian, bahkan para korban bencana alam sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kedelapan kecamatan yang terkena bencana alam itu antara lain Gunungkencana, Bayah, Cirinten, Cijaku, Banjarsari, Bojongmanik, Cilograng, dan Cigemblong.

“Kami minta warga meningkatkan kewaspadaan sehubungan memasuki masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” katanya.

Menurut dia, BPBD kini meningkatkan siaga bencana alam karena cuaca buruk masih berpeluang selama sepekan ke depan.

Cuaca buruk itu ditandai dengan hujan intensitas lebat, ringan dan sedang hingga berlangsung antara empat sampai delapan jam.

Begitu juga angin kencang sangat berpeluang dan berpotensi terjadi pagi hingga malam hari.

BPBD sudah mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan jika cuaca buruk berlangsung.

Peringatan kewaspadaan itu diharapkan bisa mengurangi risiko korban bencana alam.

“Kami tidak henti-henti mengimbau warga agar waspada terhadap bencana agar tidak mengakibatkan korban jiwa,” katanya menegaskan.

Kaprawi mengatakan, selama ini, wilayah Kabupaten Lebak dipetakan sebagai daerah rawan bencana alam karena lokasinya terdapat perbukitan, pegunungan,daerah aliran sunga dan pesisir pantai.

Potensi bencana alam itu diantaranya banjir, longsor, angin kencang, gempa tektonik, tsunami, kebakaran dan konflik sosial.

Karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan instansi lain juga relawan, seperti DPUPR, Polri, TNI, Basarnas, BNPB, Dinkes, Dinsos, PMI dan Tagana.

Pelaksanaan koordinasi itu guna menangani pascakorban bencana alam guna penyelamatan dan evekuasi agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Disamping itu BPBD menyiapkan logistik sehingga para korban bencana alam dapat ditangani dengan baik.

“Semua korban bencana alam itu menerima bantuan bantuan bahan pokok, makanan siap saji, peralatan dapur, pakaian bekas, dan selimut,” katanya. (Hbc)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*