Dari 8 Kab/Kota Hanya Pandeglang Yang Belum Memiliki UTD

Serang – Pemerintah Provinsi Banten meminta Palang Merah Indonesia (PMI) segera membentuk Unit Transfusi Darah (UTD) untuk wilayah Pandeglang, karena dari delapan kabupaten/kota di provinsi ini, tinggal Pandeglang yang belum memiliki Unit Transfusi Darah.Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Soeharta di Serang, Rabu mengatakan, dari delapan wilayah kabupaten dan kota di Provinsi ini, hanya Kabupaten Pandeglang yang belum memiliki cabang Palang Merah Indonesia (PMI). Sementara kebutuhan suplai darah untuk wilayah Pandeglang dan Lebak terus meningkat.

“Kebutuhan akan darah terus meningkat, Semoga tahun ini bisa ada,” kata Ranta Soeharta saat menghadiri pengukuhan Dewan Kehormatan dan Dewan Pengurus PMI Provinsi Banten masa bakti 2017-2022 di Pendopo Gubernur setempat.

Menurut Ranta, wilayah Banten Selatan terutama Kabupaten Lebak dan Pandeglang sangat membutuhkan suplai darah yang cukup banyak, namun saat ini suplai untuk kedua daerah tersebut belum terpenuhi secara maksimal. Maka dari itu, Unit Transfusi Darah sangat dibutuhkan di wilayah tersebut.

Menurut Ranta, Pemprov Banten tahun ini sangat fokus untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran kesehatan lebih besar setelah infrastruktur dan pendidikan.

“Tahun ini 10,4 persen anggaran pemerintah untuk bidang kesehatan,” kata Ranta.

Ia juga mengatakan Pemprov Banten akan menambah anggaran bantuan untuk PMI, alasanya agar aktivitas kemanusiaan yang dilakukan oleh PMI Banten bisa berjalan lebih optimal.

“Selama ini Korps Palang Merah Indonesia, Palang Merah Remaja, sukarelawan banyak mendukung pemerintah. Saya berharap itu terus dilakukan dan terus diregenerasi,” katanya.

Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah mengakui masih ada sejumlah program yang perlu terus dilakukan oleh PMI Banten. Namun ada juga beberapa capaian positif yang telah diraih PMI Banten selama di bawah kepemimpinannya.

“Kita butuh alat penanggulangan kebencanaan dan untuk unit donor darah. Misalnya alat untuk memisahkan penyakit menular di darah. Masyarakat tahunya setelah donor langsung diberikan, padahal ada pengolahan lagi untuk memisahkan bakteri penyakit menular itu, atau paling tidak pemisahan golongan darah,” kata Tatu yang juga Bupati Serang usai Pelantikan Dewan Pengurus dan Dewan Kehormatan PMI Provinsi Banten masa bakti 2017-2022 yang dilakukan oleh Wakil Ketua PMI Pusat Ginanjar Kartasasmita.(Sat)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*